Definis Partai.
Kali ini Blogger Indonetasia ingin posting mengenai apakah fungsi partai politik, tau nggak partai politik??? Pasti dah tau khan, dan so pasti masing-masing punya parpol kebanggaan khan?. Untuk menjawab pertanyaan tentang fungsi partai politik, maka Blogger Maros akan mengulasnya secara sederhana, berikut ulasannya.
Dengan berkelit secara apapun, opini berkembang di masyarakat merambat membiak dengan deret hitung seperti formula hukum pascal dan umumnya pasti yang jeleknya saja. Seperti biasanya alasan yang sering dikemukakan sebagai konter isu adalah bahwa yang korup itu adalah kader alias oknum dan karenanya pasti bukan partai. Cara ngeles seperti itu mungkin keluar dari mangapnya kader kaderan agar dinilai bosnya sebagai kader yang aktif kreatif santun dan cerdas.
Nggak usah pakar komunikasi politik, para pemimpin partai lainnya tentu akan memahami makna pesan tersebut. Bahwa partai lain juga sama bobroknya, dengan demikian janganlah menggunakan isu korupsi untuk menyerang Partai Demokrat. Tapi harap jangan lupa bahwa persoalan ini bukan persoalan partai tetapi menyangkut juga nasib saya, nasib rakyat Indonesia.
Burung bulbul pun tahu kalau yang namanya partai adalah perkumpulan orang bukan perkumpulan modal. Partai ya partai bukan perseroan. Bahasa politiknya partai adalah organisasi kader. Antara kader dengan partai seperti dua muka berbeda pada koin yang sama. Jadi menurut saya, setiap pernyataan terbuka seorang pemimpin partai terhadap kadernya ibarat peribahasa; Menepuk air di dulang kepercik muka sendiri.
Mau tahu bagaimana pernyataan tersebut , ini kutipannya : “…….. Selanjutnya, korupsi di jajaran DPRD tingkat kabupaten/kota, oknum Partai Demokrat yang terlibat adalah 11,5 persen. Di atas Partai Demokrat, kata SBY, ada dua parpol lainnya, masing-masing 27 persen dan 14,4 persen. “Di tingkat menteri, anggota DPR, gubernur, hingga bupati/wali kota, kader Partai Demokrat yang terlibat 8,6 persen. Di atas Partai Demokrat, ada dua parpol, masing-masing 33,7 persen dan 16,6 persen. Dengan data ini, adilkah kalau partai kita dicap sebagai partai korup?”.
Saya pikir masalah rakyat sekarang adalah masalah maraknya korupsi, karena tindak pidana korupsi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Jadi pernyataan ”minta keadilan” dalam konteks diatas melanggar etika dan kepatutan seorang pemimpin bangsa.
